Rabu, 09 Maret 2011

KASIH SAYANGMU (06/01/2010)

Puisi yang berjudul "Kasih Sayangmu" ini gue tulis buat seluruh Mama di dunia, spesialnya buat mama gue, mama paling hebat bagi gue. Mama gue selalu ngelakuin apa aja asal bisa bikin gue bahagia, mama gue selalu  ngertiin apa yang gue mau, dan mama gue itu selalu kasih yg terbaik buat gue, mama i love you. Dibaca yaa, kritik dan sarah boleh juga tuh, thank you ...

Bunda . . .
Tak pernah kau merasa bosan
Tak pernah kau merasa segan
Mengajariku sesuatu yang baru
Untuk bekal masa depanku
Bunda . . .
Matamu bagaikan mentari
Yang selalu menyinari hidupku
Senyummu bagai pelangi
Yang selalu menuntun setiap langkahmu
Bunda . . .
Meski terkadang aku mengecewakanmu
Melukai hatimu
Dan menyusahakan dirimu
Engkau  tak pernah mengeluh
Engkau tak pernah memarahiku
Yang aku tahu
Engkau selalu menasihatiku
Agar aku selalu tetap di jalan-Nya
Engkau selalu gunakan lisanmu
Agar aku menjadi bintang kecil yang terbaik
Maafkan aku bunda
Maafkan aku yang tak pernah bisa membalas kasih sayangmu
Nqmun bunda . . .
Karena kesabaranmu aku kini sadar
Walau tak pernah aku mengungkapkannya
Aku sangat menyayangimu
Lebih dari apapun

By : Bunga Mentari

KABAR DUKA (22/12/2009)

Yap, postingan gue kali ini cerita nyata hidup gue, dan bener bener gue alamin. Ceritanya gini, waktu gue kecil, gue punya 2 orang sahabat. Kita selalu main bertiga, main sepeda terutamanya. Sampe akhirnya, sahabat gue yg satu pindah ke Bandung, alesannya sih ngikut kerjaan orang tuanya. Hari hari berikutnya, gue jalanin bareng satu sahabat gue. Rasa kehilangan pasti ada lah di hati kita berdua, biasanya main bertiga jadi berdua, tapi lama-kelamaan kita bisa ngerti dan mulai terbiasa. Dan di waktu pagi, sekitar bulan Juni, gue denger sahabat gue yang di Bandung ini lagi di Jakarta, malah dari 2 minggu yg lalu. Gue dan sahabat gue seneeeeng banget denger kabar itu, kita jadi ngga sabar buat ketemu dia, sahabat kita jugaa. kesenengan gue ngga berlangsung lama. Semua nya berubah jadi perasaan sedih, nyesel, dan ngga percaya. Sahabat gue ternyata di Jakarta untuk nyembuhin penyakitnya, dan di hari gue dan sahabat gue ketemu dia, di hari itu juga dia pergi dari dunia. Dibaca yaa, kritik dan sarannya ditunggu, thank you ...

Pagi itu
Masih jelas kuingat
Sepucuk surat datang bersama hembusan angin
Diringi guguran dedaunan

Segera kuraih surat itu
Kubaca dan kumengerti
Seketika air mata berlinang di kedua pipiku
Jatuh dan membasahi hatiku

Rintik-rintik hujan
Kicauan burung-burung kematian
Pertanda alam ikut bersedih

Aku pun kini menyadari
Bahwa aku telah kehilangan sahabat terbaikku
Sahabat yang lama tak kujumpai
Kini pergi begitu cepatnya
Sahabat yang baru ingin kutemui
Kini pergi untuk selamanya
         
Mungkin tak kan pernah ada
Pengganti seperti dirimu
Meski kau telah pergi dari dunia ini
Aku yakin kau tidak sepenuhnya pergi
Karena dirimu hatimu dan persahabatan kita
Akan selalu hidup di dalam hatiku

By : Bunga Mentari

PESONAMU (05/01/2010)

Puisi gue bercerita tentang kisah cinta gue, hehehe biasa, cintanya anak SMP. Ini cerita cinta gue di SMP. Jadi gue lagi suka banget sama cowok yang asli ganteng deeh, gue rasa ini love at the first sight. Dan ngga tau kenapa rasanya abadi banget perasaan ini. Kapan yaa gue bisa deket sama dia ? tunggu waktu mungkin. Doain gue ya guys :*  Kritik sarannya dong, thank you ...

Tersenyum . . .
Tersenyum . . .
Itulah yang kurasakan setelah melihatmu
Itulah yang membuat hingga kini
Aku mengagumimu
Karena senyum wajahmu
Karena tawa riangmu
Juga karena tatap matamu
Memancarkan indahnya kedamaian
Memancarkan tulusnya kebahagiaan
Kini . . .
Aku telah terpikat pesonamu
Aku telah terpengaruh kesempurnaan ragamu
Aku telah tersihir kelembutan hatimu
Dan aku telah jatuh cinta padamu
Meski tak pernah aku menyapamu
Meski tak pernah aku berbicara denganmu
Hatiku telah yakin
Hatiku telah kokoh
Akan kepertahankan rasa ini
Sampai tiba waktunya 
Semua itu terjawab dengan sempurna  

By : Bunga Mentari

LULI ITIKKU (16/12/2009)

Setiap pagi aku harus bangun
Untuk pergi ke kebun
Ku atur setiap barisan
Ku giring ke kiri dan ke kanan

Dari semua itik yang aku miliki
Ada satu yang paling aku sayangi
Ia sangat memikat hati
Ia ku beri nama Luli

Dengan bulunya yang berwarna putih
Juga halus dan bersih
Di tambah air sungai yang jernih
Menambah suasana menjadi lirih

Kelak jika ku besar nanti
Ingin rasanya tetap seperti ini
Bermain dan berlari-lari
Bersama itik ku  “LULI”

By : Bunga Mentari