CAST RELLIYA
“Ih tapi Stev gue, eh halo haloo Stev?”, “Aaaah kok dimatiin sih ni anak ? Rese banget” gerutuku kesal karena sambungan telepon diputus tiba-tiba oleh Stevent. “Emang dasar males aja nih anak” lanjutku marah-marah sendiri. Kalau sudah begini, mau tak mau aku harus mengambil pesanan kue itu juga. Aduuuh bagaimana dong ini? Tempat bordir saja belum ketemuuu. Kurasakan hpku bergetar lagi, “Aaaah siapa lagi sih?” seruku malas. Oh ternyata itu bukan getar tanda telepon masuk, melainkan tanda sms masuk. Dan yang mengirimkan aku sms adalah Risya. Kubaca sms darinya dan aku pun justru tertawa terbahak-bahak. Hahaha, jadi Risya benar-benar takut aku marah dan sama sekali tidak menganggap ini adalah bagian untuk kejutannya? Persis seperti dugaanku. Kuputuskan untuk membalas sms Risya karena aku tidak mau membuatnya terlalu sedih sekarang, klimaksnya nanti pukul 8 malam oleh Stevent.