Jumat, 20 Januari 2012

DO YOU STILL LOVING ME?

Hai semuanyaaaa, kali ini gue bakal ngeposting cerpen gue nih, mohon kritik dan sarannya yaaa, thank youuu . . .


Hujan deras menimpa genting-genting bangunan tua ini. Air turun begitu bebasnya. Tak ada satu pun orang yang berkeliaran, bahkan burung-burung pun enggan. Kuamati segalanya dari balik jendela kaca bangunan ini, sepi dan sunyi. Tak ada sedikit pun keceriaan di luar sana, bahkan di hatiku juga sama.
Aku memalingkan wajahku dari jalan raya yang sedari tadi kuamati. Kusandarkan tubuhku pada tepian sofa yang nyaman, mataku lurus namun pandanganku kosong . Aku hanya sendiri di sofa kafe kecil ini, berbeda dengan orang-orang di sekelilingku yang sibuk bercakap-cakap dengan teman yang diajaknya. Seolah kesunyian ini menambah kegalauanku, pikiranku menerawan ingatan di hari itu.

WHEN I LOSE YOU [7]


Aku terkejut melihat kamar Ka Romi, ih ampun deh, berantakan banget kecuali tempat tidurnya. Kulihat komik-komik, buku pelajaran, dvd semuanya bertebaran dimana-mana. Kubereskan kamar Ka Romi. Kususun buku pelajaran di rak bukunya, kumasukkan dvd ke dalam rak di bawah tv, dan komik-komik ini? Aku bingung akan meletakkannya dimana. Pandanganku tertuju pada loker di samping rak buku Ka Romi, "Sepertinya loker itu kosong deh, disitu aja deh" ucapku sambil membawa setumpukan komik. Kubuka loker itu dan benar, tidak ada isinya. tetapi ada satu komik di dalam loker itu. Everytime I see you. Kuletakkan tumpukan komik di lantai, dan kuambil komik Everytime I see you, "Eh ini kan komik yang pengen banget gue baca. Waktu itu mau baca, eh Ka Romi dateng. Sekarang aja deh gue baca ini komik" ucapku. Kubuka halaman pertama komik itu, selembar kertas jatuh ke lantai. "Kertas apa itu?" ucapku sambil memungut kertas itu. "Kayaknya kertas yang dulu gue baca" lanjutku.

WHEN I LOSE YOU [6]


Tok tok tok, kudengar ketukan pintu kamarku, siapa sih? Menghancurkan rencanaku saja untuk bangun siang, semakin aku bangun pagi, makin banyak hal yang kupikirkan tentang kemarin. "Masuk ajaa, ngga dikunci" ucapku dengan suara yang parau karena efek baru bangun tidur. Pintu memang sudah kubuka dengan remote otomatis. Aku melirik siapa yang datang, berharap mama atau papaku. Tapi ternyata, Bibi yang datang ke kamarku, "Non ngga sekolah? Ini kan sudah jam 7 Non?" ucapnya khawatir. "Engga Bi, aku pusing banget" jawabku. "Ya ampun Non sakit? Bibi ambilkan kompresan ya?" ucap Bibi dengan nada makin khawatir. Aku terseyum padanya, "Ngga usah Bi, aku cuma butuh istirahat kok. Bibi tenang ajaa"."Oh begitu Non. Tapi kalo Non butuh apa-apa, panggil Bibi aja ya" Bibi berkata, terlihat sekali ia menyayangiku. Aku mengangguk padanya, "Oh iya Bi, papa dan mama udah pulang?" tanyaku penuh harap akan jawaban iya. Bibi menggeleng dan memberi tahuku bahwa ia pun belum mendapat kabar, "Kalo begitu Bibi keluar ya Non" pamit Bibi padaku. Aku hanya terseyum. Kemana lagi mereka? Aku takut kebersamaanku dengan papa dan mama akan hilang seperti sebelumnya. Padahal aku baru saja menikmati semuanya, bahkan belum satu bulan. Tapi papa kan sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku lagi,  jadi tidak mungkin papa bohong. Ya, aku harus yakin. Aku harus percaya sama papa. Mungkin saat ini papa benar-benar sibuk, nanti kalau sudah ada waktu luang, pasti papa dan mama akan pulang atau paling tidak menelfonku. Aku melepaskan satu beban pikiranku, karena aku percaya akan janji papa padaku.

WHEN I LOSE YOU [5]


Aku, mama, dan papa baru saja selesai makan malam bersama di rumah. Sekarang sudah pukul setengah 9, aku naik ke kamarku. Sempat aku memutuskan untuk nonton dvd, tapi saat film sudah berjalan 35 menit aku matikan, membosankan sekali nampaknya. Aku jadi kangen Mei, akhinya ku sms dia, "Mei Mei, smsan yuk". Bukan Mei kalo tidak cepat membalas sms, "Ayo ayo. Kenapa rub? Tumben lu mau smsan, biasanya selalu gue yang ngajak duluan". "Engga Mei, gue lagi confuse abis nih, I need you" kubalas sms Mei. "Confuse kenapa Rub? Cerita aja ke gue, siapa tau gue bisa bantu ;-)" balas Mei untukku. "About Ka Romi tapi Mei?" balasku lagi. "Ka Romi? What's happen with him? kalo tentang Ka Romi, kita chat fb aja yuk Rub? ada yang mau gue tunjukkin" balas Mei. "Oh oke Mei" kuketik sms dan kukirim. Aku segera duduk di meja belajarku, kunyalakan laptopku dan segera aku memasukin dunia maya, -http://facebook.com/- ku close semua notif dan friend request, aku fokus menunggu chat dari Mei, ping!