Minggu, 01 Januari 2012

SURAT KECIL UNTUK TUHAN


Surat kecil untuk tuhan, novel yang ditulis kembali oleh seorang penulis dengan mengangkat kisah nyata dari Keke. Kisah Keke pun juga telah diangkat ke dalam sebuah film layar lebar. Baik novel maupun film telah menghasilkan jutaan tetes air mata pembaca dan penonton. Keke adalah penderita kanker jaringan lunak pertama di Indonesia, dan penyakit ini termasuk penyakit langka dan baru pernah ditangani di Indonesia. Keke adalah seorang anak cantik, berprestasi, berbakat, dan dicintai oleh teman-teman disekelilingnya. Ia sangat aktif dalam kegiatan sekolah, salah satunya Tim Voli kelasnya. Namun semuanya berubah setelah Keke divonis menderita penyakit mematikan itu. Keke mendapatkan penyakit ini saat usianya berkisar 13 menjelang 14 tahun. Berbagai cara telah dilakukan oleh seluruh keluarga baik itu berdoa maupun berusaha, terutama ayah Keke, seseorang yang paling menyayangi Keke, begitu juga Keke yang sangat menyayangi ayahnya. Awalnya melalui cara kemoterapi, kanker Keke dinyatakan sembuh total. Namun sayang semua tidak berlangsung lama, 6 bulan setelah kesembuhannya, kanker Keke mulai berkembang lagi.
Bertahan selama 3 tahun lebih adalah usaha yang sangat hebat yang dilakukan oleh Keke. Namun sekeras apapun usaha kita, jika Allah SWT memang sudah menakdirkan kita kembali padanya, maka tak ada satu cara pun yang dapat menghindari takdirnya. Keke akhirnya meninggal dengan tenang di salah satu Rumah Sakit di Indonesia. Cerita yang paling membuat saya tersentuh adalah, ketika beberapa menit setelah Keke meninggal, tercium wangi melati yang sangat tajam, yang benar adanya disadari oleh orang-orang yang berada di sana saat itu.
Cerita ini banyak sekali memotivasi saya. Banyak nilai-nilai hidup yang saya temukan dari novel ini. Saat membaca novel tersebut, saya tak hentinya meneteskan air mata. Betapa beratnya cobaan hidup Keke, namun ia tetap tersenyum dan mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah SWT. Dan betapa sedihnya saya saat membayangkan kasih sayang antara Keke dan ayahnya, namun semua itu terpisah begitu saja karena takdir yang telah Allah SWT tentukan.
Puisi ini terspesial untuk Keke, terimakasih Keke atas pelajaran berarti yang telah kau berikan kepadaku J
SURAT KECILKU UNTUKMU (25/09/2011)
Saat aku membaca kisahmu
Tak hentinya aku terisak sedih
Ujianmu jauh dibanding aku
Tapi kau selalu tersenyum
Kau sungguh luar biasa

Dari kisahmu aku jadi mengetahui
Ada persamaan diantara kita
Hampir disetiap kau menceritakan ayahmu
Disetiap itu pula aku selalu meneteskan air mata
Kau mengingatkanku akan dirinya
Bagaimana perhatiannya
Bagaimana pengorbanannya
Bagaimana kasih sayangnya
Ya, kami selalu tertawa ceria
Meski waktu itu sangat sulit untuk didapatkan

Aku sangat mengerti bagaimana kebingunganmu memilih keduanya
Aku sangat mengerti mengapa kau putuskan memilih dirinya
Dan aku sangat mengerti seperti apa rasa sayangmu untuk dirinya

Aku seperti halnya kamu
Aku tidak bisa menyalahkan dirinya
Aku tidak bisa melihatnya menangis
Aku tidak rela jika ia menderita
Dan aku akan lakukan apapun
Asalkan ia selalu bahagia

Keke, terima kasih atas pelajaran yang kau berikan kepadaku
Aku menjadi lebih mengerti sekarang
Banyak hal yang seharusnya kusyukuri di dunia ini
Kepergianmu memang membawa duka
Tapi percayalah semua itu adalah titipan hikmah Tuhan untuk kita semua

By : Bunga Mentari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar